Catatan singkat

Sejatinya seorang perempuan itu setia, setia menanti kepada lelaki yang dicintainya. Namun, tatkala ia memutuskan untuk memilih orang lain, melepaskan lelaki itu, bukan berarti ia berkhianat dengan perasaannya. Bukan.
Hanya saja, ia sudah terlalu letih menanti, ia sudah terlalu lelah menunggu.
Ia sudah terlalu jenuh diabaikan.
Sebab yang dinanti tak pernah datang menghampiri.
Sebab yang ditunggu belum juga kembali. Ia hanya selalu menyimpan seribu tanya dalam hatinya.
Menyimpan secara diam-diam kerinduannya.
Hingga pada akhirnya semua hanya membuatnya berada dalam ketidakpastian dan tenggelam dalam kesedihannya.

Ketahuilah bahwa perempuan itu suka menangis.
Oleh karena itu, ia selalu membutuhkan jemari tulus yang berkenan menghapus derainya.
Maka, jika kau yang lama membuat keputusan yang jelas. Kau yang membiarkan ia selalu menanti kabarmu, menanti kehadiranmu, namun kau tetap berbahagia dengan kesibukan duniamu.
Sedangkan dibalik hari-harimu itu ada Ia yang selalu menanti kabarmu, jangan salahkan Ia jika ketika kau kembali hanya menyesal sebab tangisnya sudah reda di dekapan orang lain.
"Perempuan bukan untuk dinanti, tetapi ia untuk dijemput."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal dan Jawaban lengkap materi psikolinguistik (Abdul Chaer)

Semua manusia memiliki berbagai macam rasa dalam hidup

Mengenang sebuah kenangan