"Hikmah di hari ulang tahunku"
“Mah aku berangkat kerja dulu ya , assalamualaikum.” (selepas aku cium tangan ibu, aku pun bergegas pergi menuju tempat kerjaku)
Alhamdulillah hari ini perjalanan tidak terlalu menghabiskan banyak waktu, jalan raya pun tidak begitu macat seperti biasanya, ya dikarenakan ini hari sabtu . aku bekerja hanya setiap sabtu dan minggu. Hari biasa aku gunakan untuk kuliah . semua aku lakukan agar aku bisa lebih mandiri dan sambil menyibukkan diri untuk hal-hal positif.
****
Sesampai di tempat kerja, aku pun langsung masuk keruang kerjaku dan ku letakkan tasku diatas meja, lalu aku mulai membuka laptop dan menyelesaikan pekerjaanku. Aku bekerja disebuah penerbitan, dimana jadwal hari kerjaku hanya 2x dalam seminggu. Jadi lumayan cukup santai hingga aku pun sambil melanjutkan kuliah..
Tiba-tiba Rachel teman kerjaku berada disampingku.
“Inara ini tadi Ibu Firda menitipkannya ke gue untuk diserahin ke lu.”
“Oh iya Rachel , makasih ya.”
“Iya sama-sama.. ciee yang besok mau ulang tahun.. asik deh dapet hadiah apa nih dari si Dia..” (ucap Rachel sambil meledekku)
“Ih apasih lu Hel, ya semoga aja sih dia kasih kado special yaa.. yang terindah hehehe” (ucapku kembali meledek)
“Cie ciee asik deh , mantap deh besok di traktir sepuasnyaa sama Inara.. hahaha”
“Oke santai aja, nanti gue biarin.”
‘Yee, bayarin lah jangan Cuma dibiarin doing.. hahaha yaudah ya gue balik ke ruang kerja gue dulu masih ada beberapa kerjaan lagi yang harus gue kerjain. Daah Inara.. selamat berbahagia. Hahaha”
(Rachel pun pergi meninggalkan ruang kerjaku, dan aku pun hanya tertawa mendengar apa yang barusan ia katakan)
Entahlah bagaimana besok dihari ulang tahunku, aku begitu berharap Dia hadir, dan menjadi orang pertama yang mengucapkan itu kepadaku. Sungguh hari ulang tahunku pasti akan terasa hampa jika dia sama sekali tidak hadir dihari ulang tahunku besok.
***
Waktu menujukkan pukul 16.00 itu berarti waktunya aku untuk bersiap-siap pulang kerumah selesai bekerja pada hari ini. Seperti biasanya, aku , Rachel dan Silvi pulang bersama, ya karena arah rumah kami memang masih satu jalur..
Sesampainya aku dirumah, aku pun langsung merebahkan badanku dikamarku tercinta. Sambil menghilangkan penat ku dengarkan musik yang aku sukai sambil memainkan handphone. Ternyata beberapa sahabatku dikampus banyak yang mengirimi aku chat “ciee yang besok ultah, andai saja masuk kuliah gue kerjain abis-abisan lu besok. Hahaha” beberapa ledekan dari sahabat-sahabatku membuatku tertawa.. namun entah hatiku tetap terasa hampa, ku lihat kontak BBM dia namun ternyata ia masih belum aktif juga, kupikir mungkin ini salah satu cara dia membuatku khawatir dan sedih menjelang hari ulang tahunku besok. Aku pun kembali berpikir positif dan masih berharap dia akan menjadi orang pertama yang mengucapkan kata-kata itu untukku, dan menjadi kado special dari Allah atas kehadirannya.
Ya meskipun memang kami tidak memiliki status hubungan pacaran lagi, tapi kami memang masih saling mencintai, bahkan ketika dia menghubungiku, kami pun masih seperti orang yang sedang merasakan jatuh cinta..
Sengaja hari ini aku ingin tertidur sedikit larut malam sambil berharap bahwa dia akan secara tiba-tiba hadir dan mengungkapkan kata-kata indah yang sangat kunantikan di hari ulang tahunku. Ya aku begitu berharap ingin seperti sahabat-sahabatku yang lain, ketika mereka ulang tahun , pasangan mereka selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan dan memberikan kata-kata romantis, memberikan kejutan-kejutan indah serta merayakannya bersama dengan penuh kebahagiaan. Yaa aku sangat mengharapkannya..
Ku tulis berbagai keinginanku di buku diaryku , aku berharap dengan bertambahnya usiaku ini aku mejadi lebih dewasa, lebih baik, dan harapan-harapan indahku akan menjadi sebuah kenyataan.
Tak terasa sudah pukul 00.00 mama, ayah, adik dan abangku pun mengetuk pintu kamarku. Akupun terbangun dari tempat tidur dan membuka pintu kamarku, ketika aku buka mereka membawakan setangkai bunga dan sebuah kue ulang tahun yang indah untukku.
“Happy birthday ya ka Ayudia Inara, tetaplah menjadi kakak yang kami banggakan dan anak yang dibanggakan ayah dan mama.” Ucap Lestari adikku yang kedua.
“happy birthday ya sayang, semoga harapanmu tercapai, mama dan ayah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu.” Ucap Mama.
“Selamat ulang tahun ya adik gue yang paling manis tapi cengeng. Hahaha semoga nanti ga cengeng lagi ya.” Ucap Rahman abangku.
Lalu mereka pun satu persatu menciumku, dan aku pun memeluk mereka dengan hangat. Sungguh aku bahagia ternyata mereka sudah merencanakan ini semua tanpa kuduga.
“Sebelum kamu tiup lilinnya, kamu berdoa dulu ya Inara.” Ucap ayah sambil memegang kue ulang tahunku itu.
Lalu aku pun memejamkan mata sambil berdoa dalam hati, dan salah satu yang kupanjatkan adalah semoga Alden ingat hari ulang tahunku, dan ia menjadi kado terindah dari Allah.
Selesai aku berdoa aku pun meniup lilinnya, kami pun foto bersama sekeluarga, sambil bercanda dan suap-suapan kue. Aku begitu bahagia memiliki keluarga yang begitu menyayangiku, dan aku bersyukur karena Tuhan menghadirkanku didalam keluarga ini. Tak terasa wkatu sudah menunjukkan pukul 01.00 kami semua pun kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Ku tatap kembali handphone ku begitu banyak teman-temanku di sosial media, teman kuliah dan teman kerjaku sebagian yang mengucapkan ulang tahun untukku, namun tak kulihat hadirnya tulisan itu dari kontak bbm Alden. Aku merasa sedih sekali, namun aku berharap besok pagi setelah kubuka mataku kembali ia sudah ada dan mengatakan itu untukku.
***
Pagi ini matahari tersenyum cerah kepada bumi, awan pun terlihat warna asli kebiruannya.. namun hatiku entah rasanya tidak secerah keadaan hari ini, padahal hari ini adalah hari istimewa dalam hidupku.
Sesampai dikantor dan ku masuki ruangan kerjaku, didalamnya sudah terpasang banner ucapan selamat ulang tahunku, beserta beberapa foto-fotoku yang tertera disana, bunga dan balon pun ikut menghiasi ruangan kerjaku. Tak lama Rachel, Silvi dan rekan-rekan kerjaku yang lain menyanyikan lagu happy birthday sambil membawa kue yang begitu indah bentuknya.
“Happy Birthday ya Inara, semoga harapan-harapan lu menjadi sebuah kenyataan, sukses terus ya buat kuliah dan kariernya.” Ucap Rachel.
“Selamat ulang tahun ya Inara, Semoga menjadi pribadi lebih baik dan lebih bijak lagi yaa.” Ucap Silvi.
“Makasih ya untuk semuanya, aku ngga nyangka kalian akan memberi kejutan indah ini untukku.” Ucapku terharu kepada mereka semua.
Aku sangat bersyukur, karena aku masih memiliki keluarga yang sangat mencintaiku, sahabat-sahabat yang juga menyayangiku , serta teman-temanku yang lain yang juga begitu perhatian dan peduli terhadapku. Meskipun aku belum memiliki seorang pasangan yang dapat mencintaiku dengan tulus seperti aku yang begitu mencintainya.
Hari ini suasana di tempatku bekerja sungguh menyenangkan, aku melihat betapa besar rasa sayang mereka semua kepadaku, tapi hatiku tetap saja hampa, wajahku hari ini memang ceria dan selalu dihinggapi dengan senyum manisku, tetapi hatiku terasa begitu lirih, dan sedih. Bagaikan langit begitu cerah dan tak mendung namun rintik hujannya membasahi tanah. Seperti itukah yang terjadi pada diriku saat ini yang tersenyum cerah namun dalam hatinya menangis??
Tapi aku tetap berpikir positif mungkin ia masih sibuk dengan aktivitasnya hinggga belum sempat mengucapkan selamat ulang tahun itu untukku. Ya memang terakhir kali aku berkomunikasi dengannya sebulan yang lalu. Namun harapanku masih ada dan aku tetap menunggu hingga waktu dihari ini berlalu.
***
Aku tiba dirumah pukul 19.00 , lalu aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai itu, aku pun berdiri didekat jendela kamarku, ku tatap bintang yang indah cahayanya terlukis di langit, sesekali ku tatap kembali layar handphoneku, tapi ternyata pesan darinya pun belum ku terima. Tak lama mama memanggilku dari luar kamar.
“Inara .. buka pintunya nak, ada temanmu di ruang tamu telah menunggu sayang.” Teriak ibu dari depan pintu kamarku.
Aku pun langsung keluar menuju ruang tamu, disana ada Sindy dan Mita sahabatku Dikampus yang lagi-lagi memberiku kejutan tanpa kuduga. Mereka pun menyanyikan lagu Happy birthday untukku sambil membawa kue yang bentuknya tak kalah indah oleh sebelumnya.
“sebelum tiup lilinnya make a wish dulu ya Inara..” Ucap Sindy.
Aku pun memanjatkan doa dan harapan-harapan indahku dalam hati. Setelah selesai ku tiup lilinnya. Dan ku ucap terimakasih kepada mereka sahabat-sahabatku seperjuangan dikampus.
Kebetulan hari ini ibu telah memasak banyak dan kami pun makan bersama diruang makan. Selesai makan aku pun duduk dibangku halaman depan rumah.
Sindy : “Inara, kamu kenapa ? kok kayaknya wajahmu sedih gitu, harusnya kan kamu bahagia karena hari ini adalah hari istimewa kamu”
Mita : “iya RA, kamu kenpa sih ko tiba-tiba jadi murung gini ? kalau ada sesuatu cerita aja ke kita, kita semua kan sahabat .”
Inara :“kenapa ya kok Alden sampai saat ini ngga mrngirim pesan apapun ke aku, apa dia lupa hari ini hari ulang tahun aku?. apa aku salah terlalu berharap orang yang aku sayang menjadi orang yang pertama memberi ucapan selamat ulang tahun dengan kejutan indah, kata-kata romantis, dan merayakannya bersama dengan penuh kebahagiaan, aku juga ingin seperti perempuan lain yang bahagia mendapat ucapan dan kejutan special dari orang yang dicintai.” (tak terasa air mataku menetes.)
Mita :“Inara, sesungguhnya kamu sudah mendapatkan itu semua dari keluarga , sahabat kamu di kantor, dan dari kita sahabat kamu dikampus. Kita semua adalah orang-orang yang mencintai kamu inara, lagipula kamu sama alden bukannya udah ga ada hubungan apa-apa lagi, kenapa masih mengharap lebih ke dia, itu hanya membuat hati kamu menjadi lebih sakit ra, coba deh perlahan lupain dia.”
Inara : “Ngga bisa Mit, ya memang kita memang udah ngga ada hubungan special, tapi kita masih tetap
saling mencintai, aku juga ngga bisa menghapus dia dari ruang hati ini.”
Sindy : “Kenapa mengharapkan sesuatu yang tak pantas diharapkan?
Kenapa menunggu sesuatu yang tak pantas ditunggu?
Dan kenapa mempertahankan sebuah perasaan yang belum menjadi suatu kepastian?
Seka air matamu, basuh luka hatimu, benahi hidupmu lalu tataplah masa depan penuh keoptimisan, yakinlah masih banyak yang tulus mencintaimu diluar sana.”
Mita : “Bersabarlah dan berhenti menangis. Berhenti berharap pada yang tidak pasti. Dan yakinlah dengan janji Allah. Orang yang baik adalah untuk orang yang baik dan kamu layak untuk orang yang lebih baik. Sabar dan tawakkal dalam menanti jodoh, selalu perbaiki diri, lakukanlah semata-mata menggapai Ridha Allah, dengan begitu insyaAllah kamu akan dapatkan seorang jodoh yang terbaik. Aamiin.”
Sindy : “AAMIIN.. udah Ra , kamu ngga usah bersedih lagi, kamu harus lebih bijak menjalani kehidupan kamu diusia baru ini, kamu juga harus memulai dihari istimewa kamu ini dengan sikap positif dan kebahagiaan, agar kelak kedepannya kamu akan selalu diberi kebahagiaan oleh Allah. Masa kamu memulai dihari pertama menginjak usia baru dengan kesedihan.”
Inara : “Makasih ya Mita, Sindy sudah mengingatkanku kembali, aku akan bangkit dan memulai hari baruku lebih semangat lagi tanpa menanti dia yang ngga pasti, tanpa berharap lebih ke dia yang nantinya hanya akan membuatku sakit hati. Makasih ya, kalian memang sahabatku yang istimewa.” (kami pun saling berpelukan, dlam keadaan haru dan bahagia.)
Sungguh memiliki sahabat yang mampu mengajak kita untuk suatu hal kebaikan, yang selalu mengingatkan ketika kita lupa dan jauh dariNya, itu merupakan anugerah terindah yang Allah berikan. Aku menyayangimu sahabat-sahabatku.
***
Seminggu telah berlalu dan Alden pun tak juga ada kabarnya, bahkan ia pun juga belum memberi ucapan yang ku harapkan dihari ulang tahunku itu sampai hari ini. Dan kini aku lebih memantapkan hatiku kembali, dan aku ingat apa yang pernah Sindy dan Mita katakana kepadaku malam itu.
Ku mencoba mengirim pesan untuknya, entah kapan ia akan membacanya , yang terpenting aku telah menegaskan perasaanku, dan menetapkan keputusanku .
“Assalamualaikum Akhi ..
Maafkan aku yang tak mampu memberikan janji untuk tetap menunggumu.
Karena kekhawatiran itu datang mengganggu hatiku.
Aku hanya khawatir, disaat aku tetap bertahan dalam penantian dengan janji yang telah diucapkan,
tetapi ternyata Allah telah menuntun jodohku dan dia adalah pemilik hatiku yang sebenarnya.
Maka haruskah aku tetap menunggumu yang tanpa kepastian??
Bahkan kamu sampai saat ini pun belum mampu untuk bertanggung jawab pada pilihanmu sendiri.
Wassalamualaikum.”
Send to Alden.
Mencintai adalah hal yang kadang kita tak bisa duga kedatangannya. Datang dengan sendirinya tanpa harus tau asal usul secara jelas awal mulanya. Namun melupakannya itulah yang butuh waktu lebih lama daripada saat mencintai.
Mencintai seseorang bukan apa-apa, jangan terlalu berharap akan balasannya. Memang dicintai oleh orang yang juga kita cintai sangatlah berarti, tetapi dicintai oleh Sang Maha Pencipta adalah segala-galanya. Karena segala macam cinta ada dalam genggamannya.
Dalam hati penuh ketulusan selesai shalat malam pun aku selalu berdoa “Jika Ia bukan jodohku, Ya Allah.. Pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku, aku pun tak ingin mencintai orang yang salah, sungguh walaupun melupakannya sangat menyakitkan, aku berusaha untuk sanggup. Ya Allah gugurkanlah satu persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku, karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri. Aku percaya Engkau pasti telah mempersiapkan orang yang jauh lebih baik untukku, karena seungguhnya Engkau Maha Mengetahui atas segala sesuatu.”
Dan kini aku pun tak terlalu mengharapkan kehadirannya lagi.. kuserahkan semua kepada Allah dan kutitipkan rasa cinta pada hatiku, semoga Allah menunjukkanku orang yang benar-benar tepat untukku..
Komentar
Posting Komentar