Kenapa memilih Jurusan bahasa dan sastra indonesia ??

Btw, kali ini saya mau sedikit curhat aja, tentang suka duka selama saya kuliah di jurusan yang mungkin dianggap “enteng” oleh sebagian orang. Ya syukur-syukur setelah membaca ini mereka yang meremehkan menjadi sadar dan jauh lebih berpikir positif akan segala sesuatu yang ia belum ketahui secara mendalam..

Saat ini saya tercatat sebagai mahasiswa semester empat di sebuah Universitas Swasta di Jakarta. Saya kuliah di  jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kenapa saya pilih Bahasa dan Sastra Indonesia?

Kalau boleh jujur, ketika saya Madrasah hingga awal Smk saya tidak begitu menyenangi pelajaran Bahasa Indonesia, terutama jika diberikan tugas untuk berpidato dan berpuisi dikelas. Itu adalah hal yang paling saya takuti sebab dulu saya adalah murid yang pemalu dan kurang percaya diri.. Namun ketika kelas 3 Smk (XII) entah mengapa saya menjadi menyukai pelajaran bahasa Indonesia dikarenakan guru yang mengajarnya sangat inspiratif, dan asik banget, ketika Beliau mengajarkan seakan Bahasa indonesia itu sangatlah menarik untuk diperdalam, dan saya begitu kagum dengan beliau yang pandai dalam berbicara di depan kami murid-muridnya, bahkan dari kata-katanya diucapkannya adalah kata-kata yang terangkai amat indah dan membuat kami muridnya terpesona mendengarnya.. Dari situlah saya bertekad saya ingin seperti beliau yang cerdas, kreatif , dan mahir dalam berbicara.. Ketika saya mendaftar kuliah  saya memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.. Dan nyatanya saya masuk juga ke dalam jurusan itu sampai saat ini dan mulai menikmati hasilnya..

Awalnya Orang tua saya juga bertanya "kok ambil jurusannya Bahasa Indonesia?" Tapi saya menenangkannya dan membuat yakin mereka bahwa InsyaAllah jurusan yang saya pilih ini adalah pilihan yang terbaik untuk diri saya dan masa depan saya.. Dan alhamdulillah orang tua saya tak begitu otoriter jadi mereka pun menyetujuinya karena bagi mereka jika memang itu baik untuk saya yasudah silahkan sebab yang menjalaninya saya bukan mereka, jadi saya bebas untuk memilih jurusan apapun. Begitulah pandangan mereka.

Awal tercatat sebagai mahasiswa jurusan itu, saya sempat merasa sedikit “minder” dengan jurusan saya. Apakah saya bisa mengikutinya hingga selesai, apalagi ketika pertama kali melihat KRS yang akan dipelajari selama 8 semester nanti. Sebab saya tak memiliki bakat apapun untuk menulis cerpen, puisi, atau karangan indah, saya hanya baru bisa menulia sebuah catatn pribadi saya yang saya lakukan sejak saya Madrash samapai saat ini di dalam buku diary.. Namun setelah saya pikir, saya tak boleh mundur sebelum berperang, saya yakin semua bisa saya kuasai ketika saya mau berlatih, dan Alhamdulillah saya terus mencoba hingga pada akhirnya saya menjadi cinta untuk menulis.. Ya meskipun tulisan saya bukan tulisan seperti penulis yang sudah terkenal, best seller dsb. Tapi saya akan mengusahakan saya juga akan seperti mereka ^_^ insyaAllah.. Doakan saja :) hehe..
Bukan tanpa alasan saya merasa minder seperti itu. Bayangkan, tiap reuni atau berkenalan dengan orang dan menanyakan kuliah di jurusan apa, pasti komentar mereka lumayan membuat saya “sesak nafas”. Dengan cueknya mereka bertanya, “Kenapa ngambil bahasa Indonesia? Emang gak bisa bahasa Indonesia sampai dipelajarin lagi?” . "Emang belum bisa bahasa indonesia ya? Palingan membosankan cuma belajar seperti yang disekolah ya" dalam hati saya menjawab "Lah beda atuh yang dipelajari antara disekolah dengan di perguruan tinggi.. Pasti lebih memperdalam lagi apalagi sebuah jurusan.. Kalau sama ya ngapain kuliah atuh-.-" atau yang lebih parah ada yang bilang gini, “Kenapa bahasa Indonesia? Kenapa gak bahasa Inggris atau bahasa asing lain yang lebih keren?” bahkan ada juga teman kerja saya yang bilang : "Kalau dikampung saya Bahasa Indonesia itu jurusan kuliah termurah, dan dikampung tuh dianggep terlalu biasa" entah mungkin dikampungnya kurang mencintai bahasa negaranya sendiri kali ya -.-
Ada juga yang berpendapat orang tua dari teman saya : "Pilih jurusan yang lain saja, kalau Jurusan Bahasa Indonesia nanti susah cari kerjanya, kamu mau jadi apa nanti" dalam hati saya yaampun Masa depan yang sebenarnya ada dalam genggaman orang itu sendiri kali, jangan salahin jurusannya kalau orang tersebut tidak menjadi orang yang sukses barangkali orang itu yang memang tidak serius ketika kuliah sehingga tidak mendapatkan ilmu apapun setelah lulus sarjana..

Ya memang disaat itu saya hanya bisa menjawab dengan tersenyum sambil dalem hati ngedumel, “Baguskah nilai bahasa Indonesiamu saat sekolah sehingga merasa sudah pintar? Bukankah yang ada, karena menyepelekan bahasa Indonesia nilaimu malah tidak bagus? Lalu yakinkah kamu sudah mampu berbahasa dengan baik? Kalau ya, hebat. Bahkan seorang profesor pun tidak se-pede itu. Lalu haruskah kau merasa kalau bahasa negaramu tidak “sekeren” bahasa asing? Bayangkan, sangat menyedihkan bukan mendapati kenyataan bahwa rakyatnya saja tidak mencintai bahasa negaranya sendiri. Tapi saya dan teman-teman lain yang satu jurusan dengan saya pasti berharap kelak suatu saat Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa International..  Aamiin.

Namun Alhamdulillah sebagian teman saya ada yang berpendapat lain mereka ada yang berkata "wah luar biasa ambil jurusan itu, memang terdengar mudah tapi sebenarnya ga semudar yang didengar ya" sungguh dalam hati saya ucap syukur Alhamdulillah ternyata ada juga yang menyadarinya. Bahkan ada pujian yang lain dan tidak menganggap remeh terhadap jurusan Bahasa Indonesia ini..

Meskipun saya menyesal karena tidak bisa mengutarakan itu semua kepada mereka yang menganggap “remeh” jurusan saya saat itu. Tapi yang lebih membuat saya menyesal, tidak seharusnya saya merasa “rendah” dengan jurusan mereka yang dianggap “lebih mentereng” daripada jurusan saya. Sekarang saya justru bangga dengan jurusan saya. Karena apa?? Karena saya mendapatkan banyak kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya jadi lebih berani berbicara di depan umum, saya jadi lebih mencintai bahasa negara kita, saya jadi lebih mengerti tentang seluk beluk bahasa Indonesia yang selama ini belum pernah saya tau.. Itu semua belum tentu bisa saya dapatkan kalau saya mengambil jurusan lain..

Mungkin banyak dari kalian juga bertanya-tanya, lantas apa saja sebenarnya yang dipelajari di jurusan bahasa dan sastra Indonesia?? Berikut akan saya uraikan sedikit, berdasarkan apa yang telah saya peroleh di kampus saya (mungkin jurusan ini di kampus lain berbeda):

Di dalam jurusan bahasa dan sastra Indonesia yang saya jalani, terdapat dua pokok pelajaran, yaitu bahasa Indonesia yang membahas tentang  kebahasaan, dan sastra Indonesia yang membahas tentang kesastraan Indonesia. Di dalam jurusan tersebut, secara umum dipelajari empat keterampilan berbahasa seperti: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Terlihat mudah memang, semua orang pasti bisa melakukannya. Tapi nyatanya, banyak juga yang mendapat nilai yang jelek hingga harus mengulang ..

Menyimak, mungkin terdengar mudah. Bahkan dalam sehari-hari kita juga pasti  menyimak suatu pembicaraan. Tetapi menyimak dengan tepat, artinya benar-benar dapat menangkap apa yang dibicarakan hingga dapat menceritakan kembali, ternyata tidak mudah. Diperlukan ketelitian, kecepatan otak dalam menangkap apa yang didengar, bahkan diperlukan kemampuan mendengar yang baik. Itu semua yang dipelajari selama mempelajari mata kuliah menyimak. Ohya, di bagian akhir mata kuliah tersebut, mahasiswa juga dituntut untuk mampu membuat bahan ajar menyimak untuk siswa SD, SMP, atau SMA (Itu karena jurusan saya dibidang pendidikan).

Berbicara, pada mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk mampu berbicara di depan umum. Mulai dari presentasi di depan teman sekelas, berpidato, mengutarakan pendapat dan kesimpulan dari cerita di depan kelas, membacakan sebuah puisi dan lainnya. Kalau saya bilang, mata kuliah ini sangat menarik. Terus terang saya awalnya bukanlah orang yang berani berbicara di depan umum. Tapi karena mendapat mata kuliah ini dan kalau ingin nilai bagus maka saya harus bisa, saya pun berusaha sebaik mungkin..

Membaca, mungkin terkesan mudah. Tapi membaca dengan cepat, tepat, dan efektif tidaklah mudah. Dan saya mendapatkan pengetahuan luar biasa tentang membaca dari mata kuliah ini ..

Menulis, dalam mata kuliah yang berkenaan dengan menulis tak hanya pada mata kuliah "menulis" saja, tetapi juga ada mata kuliah "menulis krratif" di mata kuliah ini benar-benar menguji dan pembuktian bahwa ketika memilih jurusan Bahasa dan sastra Indonesia maka harus bisa berkarya. Dengan terus berkarya adalah solusi terbaik.. Dan alhamdulillah ketika di semester 4 , kami sekelas menerbitkan sebuah buku kumpulan puisi karya kami. Dan sebuah buku cukstaw cerpen hasil karya kami..
Dan Menulis kreatif mungkin memang diakui bahwa tidak semua orang bisa melakukannya. Ternyata benar! Menulis resensi, cerpen, puisi, tajuk rencana, artikel, dan lain-lain yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari ternyata tidaklah mudah. Dan saya mendapat pengetahuan lebih banyak dari mempelajari mata kuliah ini..

Nah, selain mempelajari tentang empat keterampilan berbahasa itu, jurusan bahasa Indonesia juga mempelajari tentang seluk beluk bahasa. Mulai dari seluk beluk bunyi huruf, kata, frase, hingga membentuk kalimat. Ini bagian tersulitnya. Kita harus memahami bagaimana suatu kata atau kalimat itu dapat terbentuk, bagaimana proses pengucapan bunyi huruf, dan lain-lain. Mata kuliah yang mempelajari itu di antaranya: Linguistik Umum, Fonologi (mempelajari bunyi atau fon), Morfologi (mempelajari pembentukan kata), Sintaksis (mempelajari susunan kata, frase, dan kalimat), Semantik (mempelajari makna). Selain mata kuliah tersebut, terdapat juga mata kuliah seperti Sosiolinguistik, Psikolinguistik, perkembangan dan pengembangan Bahasa Indonesia, Analisis Kesalahan Berbahasa, dll. Masih banyak sekali, dan semuanya tidak terkesan membosankan, malah ada yang mengasyikkan. Kalau mau tau lebih lengkap, nanti saya jabarkan berdasarkan KRS (Kartu Rencana Studi) saya.. hehehe

Kalau yang berkenaan antara sastra atau pendidikan dan pembelajaran di sekolah itu ada mata kuliah Teori belajar bahasa, Sejarah sastra, kajian puisi, teori sastra, Psikologi Sastra, Profesi Pendidikan, belajar dan pembelajaran, perkembangan peserta didik, dan Masih beberapa mata kuliah lagi.

Nah, itu tadi tentang bahasa Indonesia, kalau dari bagian sastra Indonesia, mahasiswa di ajarkan tentang Prosa, Drama, Sastra Klasik,  Puisi, Sastra Bandingan, dll. Semua itu dikaji berdasarkan beberapa pendekatan kesastraan. Kalau untuk saya pribadi, ada kalanya mata kuliah sastra membosankan. Yang dipelajari hanya itu-itu saja, dibaca, dikaji, dan presentasi. Tapi untuk yang memiliki nilai seni tinggi, pasti sangat menyukai pelajaran ini..

Ohya, dari mata kuliah sastra yang paling berkesan menurut saya adalah mata kuliah Teori sastra yang mewajibkan setiap mahasiswa pada semester tersebut untuk mengikuti acara "Apresiasi Sastra" yang berbentuk drama musikal atau teater lainnya.. Jadi mahasiswa diminta untuk memantaskan drama dengan menggunakan semua perlengkapan dan persiapan layaknya pementasan drama di GKJ. Mulai dari menentukan naskah yang akan dipentaskan, latihan vokal, olah tubuh, menghafal naskah, menyiapkan properti, semuanya mengasyikkan walau terkadang melelahkan.. Dan satu hal, ini memberikan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya..

Kiranya itu saja yang bisa saya uraikan. Mungkin kedepannya saya akan menambahkan, karena tentunya di semester 5, 6, 7 hingga 8 akan banyak kenangan lain, ilmu yang lebih dari ini dan pengalaman yang lebih dari saat ini..
Intinya saya sekarang justru bangga dengan jurusan saya.

Ohya, mungkin ada yang belum tau prospek kerja dari jurusan ini. Kalau kalian berminat mengambil jurusan ini, tenang saja banyak kok pekerjaan untuk kalian, yaitu seperti: Penulis atau Sastrawan, Guru,  Editor, Reporter, Pembawa acara, Mengajar bahasa Indonesia untuk orang asing di sekolah internasional atau bahkan luar negeri, dll. Tidak usah ragu, karena selagi kita hidup di Indonesia dan selagi masih menggunakan bahasa Indonesia, pasti lulusan bahasa Indonesia tetap dicari.. Ingat masa depan ada digenggaman diri sendiri, bukan dari omongan orang lain. Yang sekarang sedang menjalani pendidikan pada jurusan ini maka nikmatilah dan jalani dengan penuh ketulusan sebab jika kita sudah tulus menjalaninya insyaAllah hasilnya akan indah ^_^

Akhir kata, semoga bermanfaat dan semoga menambah keyakinan kalau ingin mengambil jurusan bahasa dan sastra Indonesia..

Ayo, cintai bahasa dan sastra negeri sendiri: Cinta Negara dan tanah air, Cinta Budaya, Cinta Bahasa persatuan, Kami bangga menjadi Orang INDONESIA!!
Majulah Indonesiaku^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal dan Jawaban lengkap materi psikolinguistik (Abdul Chaer)

Semua manusia memiliki berbagai macam rasa dalam hidup