Untukmu calon imamku

Wahai imamku di masa depan.
Apa kabarnya kau disana?
Masihkah semangat berjuang menemuiku?
Dan aku disini tak kenal lelah dan menyerah untuk senantiasa mencari ilmu.
Memantaskan diri di hadapan Allah.
Ku harap kau pun begitu.
Aku belajar banyak hal, agar nanti suatu saat jika Allah sudah menentukan waktunya untuk bertemu.
Dan saat itu, aku sudah benar-benar siap untuk berjuang di jalan dakwah bersamamu.
Membela agama Allah.
Mendidik calon mujahid dan mujahidah kecil kita sepenuh hati.
Membangun istana di surga.
.
Wahai imamku di masa depan.
Ku sadar diriku jauh dari sempurna.
Aku memang bukan Siti Khadijah, tapi aku belajar kesetiaan darinya.
Bukan pula Siti Asiyah, tapi aku belajar bersabar darinya.
Aku juga bukanlah Siti Aisyah, tapi aku belajar ikhlas darinya.
Dan bukanlah Fatimah binti Muhammad, tapi aku belajar tabah dari dirinya.
.
Aku sangatlah pencemburu
Semoga kita senantiasa dapat menjaga hati selama kita belum dipertemukan.
Bersabarlah, yakinlah Allah pasti mempertemukan kita.
Jika memang bukan dunia ini tempat pertemuan kita.
Insyaa Allah kita akan bertemu di Jannah-Nya kelak. Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal dan Jawaban lengkap materi psikolinguistik (Abdul Chaer)

Semua manusia memiliki berbagai macam rasa dalam hidup

Kenapa memilih Jurusan bahasa dan sastra indonesia ??