Bercanda ada batasnya~
.
Berbeda halnya dengan bersabar yang tidak ada batasnya, maka bercanda ada batasnya. .
Tidak bisa dipungkiri, di saat-saat tertentu kita memang membutuhkan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis bekerja. .
Diharapkan setelah itu badan kembali segar, mental stabil, semangat bekerja tumbuh kembali, sehingga produktifitas semakin meningkat.
Bercanda wajar ko dan Hal ini tidak dilarang selama tidak berlebihan.^^ .
.
.
Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).
.
.
Sebagai muslim/muslimah yang baik harus tau adab-adab dalam bercanda..:)
.
.
Berikut tips bercanda yang tidak melampaui batas ^_^ .
🌽Tidak menjadikan sendi-sendi Agama sebagai bahan gurauan.
.
🌽Jangan menjadikan kebohongan dan mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan orang lain tertawa, seperti April Mop di masa sekarang ini. ( tahu kan..??)
.
🌽Jangan mengandung penghinaan, meremehkan dan merendahkann orang lain atau lawan bicara kita, kecuali yang bersangkutan mengizinkannya.
.
🌽Tidak boleh menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang lain.
.
🌽Jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang seharusnya menangis. Kan tiap-tiap sesuatu ada tempatnya, tiap-tiap kondisi ada (cara dan macam) perkataannya sendiri.
.
🌽Hendaklah gurauan itu dalam batas-batas yang diterima akal, sederhana dan seimbang, dapat diterima oleh akal pikiran yang sehat, akal yang lurus dan cocok dengan tata kehidupan masyarakat yang positif dan kreatif.
.
.
“Berilah humor dalam perkataan dengan ukuran seperti anda memberi garam dalam makanan.”
Komentar
Posting Komentar