Mendidik anak perlu berpendidikan tinggi
"Sayang yaa sudah sekolah tinggi sampai pascasarjana tapi tidak bekerja dan hanya jadi ibu rumah tangga."
Atau
"Kalau akhirnya hanya jadi ibu rumah tangga, ngapain juga buang-buang uang untuk kuliah dan sekolah sampai ke luar negeri."
Yaa.. Kalimat-Kalimaat itu lah yang akan terdengar disaat keputusan seorang wanita yang memiliki pendidikan tinggi dan bergelar secara formal, tapi hanya menjadi ibu rumah tangga.
.
.
Semua itu tidak perlu dipusingkan sebab masing-masing orang menjalani dan bertanggung jawab pada kehidupannya sendiri. Jika itu merasa jauh lebih nyaman kenapa harus mendengarkan perkataan orang lain.:)
.
.
Ketahuilah bahwa taat kepada suami dengan mengurusnya dan anak-anaknya dengan baik sepenuh waktu adalah ladang pahala terbesar bagi wanita.
.
.
Janganlah menyibuki diri dengan mengurus pekerjaan di luar, menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja tetapi anak dan suami malah ditelantarkan dan diurus oleh orang lain.
.
.
Berkarir sebagai seorang ibu rumah tangga merupakan tindakan yang mulia.
Bekerjanya terus-menerus. Namun, pahalanya pun tidak terputus.
Meski tidak dibayar dengan uang. Namun, terbayarkan dengan melihat anaknya memiliki akhlak/kepribadian dan kemampuan yang baik.
.
.
Pendidikan dan wawasan tidak datang dengan sendirinya. Itu semua perlu dicari, digali, dan mendalaminya.
Kewajiban ibu terhadap anak tidak semata-mata mencukupi makan dan sekolahnya saja.
Seorang Ibu harus membentuk karakter yang baik pada anak-anak untuk bekalnya di masa depan.
Setiap ibu pasti mengingingkan anaknya siap menghadapi kehidupan, tangguh, pandai bergaul di masyarakat, berakhlak baik, agamanya bagus dan juga memuaskan dalam hal akademi di sekolah.
Jika seorang ibu tidak mempunyai gambaran tentang itu semua, bagaimana bisa mendidik anaknya?
.
Mendidik anak bukanlah hal yang main-main. Anak adalah amanah dari Allah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
Jadi tentu dibutuhkan keterampilan khusus dalam merawat dan mendidiknya yaitu lewat pendidikan tinggi seorang ibu.
.
.
Keputusan bijak seorang ibu yang cerdas dalam hal mendidik anak tentu berbeda dengan ibu rumah tangga biasa. Contoh dalam memilih sekolah untuk anak. Mungkin ada yang menganggap bahwa "Sekolah dimana aja sama. Sama-sama belajar dan pakai seragam."
.
Tapi lain halnya dengan ibu cerdas yang mempertimbangkan baik dari sisi metode pengajarannya, kualitas para gurunya, lingkungan sekolahnya, dan banyak hal lain yang dipikirkan sebelum memilih sekolah untuk anaknya.
.
.
Anak itu tidak hanya membutuhkan pendidikan di luar dengan orang lain, karena yang utama anak butuhkan adalah pendidikan langsung dari keluarganya yaitu orang tuanya.
Akan jauh lebih bahagia jika orang tua
Ikut serta mendidiknya secara langsung dan bekerja sama dengan baik dengan pendidik anak di sekolahnya.
.
.
Berbanggalah meski bergelar sarjana/magister tetapi suatu waktu harus fokus hanya menjadi seorang ibu rumah tangga.
Menjadi ibu rumah tangga juga memerlukan pendidikan yang tinggi, karena ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas. In syaa Allah.
Ilmu selama perkuliahan tidak akan sia-sia dan akan tetap berguna.
.
.
Meskipun saya belum merasakan langsung menjadi seorang ibu rumah tangga. Namun, jika suatu hari saya dihadapkan pada kedua pilihan antara bekerja di luar atau menjadi ibu rumah tangga, maka saya akan memilih menjadi ibu rumah tangga. Agar bisa sepenuh waktu dalam mengurus rumah, suami, dan anak-anak:)
Kalaupun mau mengembangkan kemampuan yang dimiliki, tetap bisa memilih profesi yang tidak mengganggu waktu bersama keluarga dan mampu mengatur waktu kerja sendiri seperti penulis, guru, atau berwirausaha.
.
.
Sekian dari saya. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Assalamualaikum.. Alhamdulillah dr apa yg saya baca ini begitu bermanfaat bagi saya dan in syaa allaah bagi semua yg membaca...
BalasHapusBahasanya sopan bagus dan mudah di mengerti... Hanya saja saya liat dari teks tersebut menampilkan kekurangan penulis.. Sekian