Dibenci? Doain aja:)
Life is too short to waste time hating people:)
Dibenci itu ngga rugi, yang rugi kalau kita yg benci.
Diremehkan jg ngga rugi, yang rugi itu kalau kita yang meremehkan.
:) semoga Allah jadikan ukhti org yg pemaaf..
Tersadar hidup ini seimbang, hukum keseimbangan berlaku bahwa ketika ada positif ada negatif, ada pemenang ada pecundang, ada bahagia ada sedih, begitupula ada yang suka dan ada juga yang benci.. Lovers and haters.
Namun kebencian itu tidak sekedar hadir tanpa alasan, bisa jadi karena sikap buruk kita terhadap orang lain, sehingga kebencian itu menjadi ada.
Ketahuilah kebencian dapat menyempitkan pikiran, serta menyesakkan hati, dan membuat mata seakan buta dan tertutup dari segala hal-hal yang baik. Dan jika kebencian tersebut telah hadir tentunya kebaikan apapun yang terjadi bisa jadi tak akan terlihat karena kebencian itu telah menutupnya dan mengambil posisi lebih besar dan luas daripada kebaikan itu sendiri.
Memang wajar ketika membenci mereka yang pernah menyakiti hati kita. Namun. Memaafkan mereka adalah pilihan yang lebih baik yang selalu kita punya. Karena hidup pun tak seharusnya dihabiskan hanya untuk memikirkan mereka yang membuat hidup kita susah.
Lalu bolehkah kita membenci orang yang membenci kita karna suka komentar negatif dgn hidup kita?
Jika kita merasa bahwa hal itu wajib dilakukan, itu artinya kita tidak jauh beda dengan dia.
Padahal kebencian yang dilawan dengan kebencian sama seperti api dilawan dengan api, maka semakin besar jadinya.. Atau seperti halnya ketika kita menimpuk seseorang dengan batu hingga berdarah setelah kita ditimpuk juga olehnya, maka yang terjadi perkelahian pun tak akan selesai.
Membenci seseorang sama halnya seperti memikul sebongkah batu kali di dalam hati. Terbayangkan?
Betapa berat dan menyesakkan.. Rasa benci yang dipupuk akan mendominasi hati kita, sehingga kita menjadi lebih mudah marah, sensitif, dan berfikir negatif terus terhadap orang lain.
Dan seharusnya batu kebencian yang tak bermanfaat itu diletakkan di kali saja, bukan di dalam hati:)
Biarkan hati kita terisi dengan hal-hal positif saja.
Hidup ini terlalu singkat jika dihabiskan dengan membenci seseorang. Maka yang perlu kita lakukan adalah menganggap kebencian adalah salah satu cara orang lain memuji kita tapi dengan cara yang salah. Dan memaafkan menjadi salah satu solusi untuk menjadikan hidup kita lebih berbahagia.
Lapangkan hati, bukan meninggikan ego.
.
.
Tentu kita pernah mendengar bahwa Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani, orang lain yang komentar. Betul kah? Hihihi..
.
.
Jadi, kalau kamu berusaha untuk melakukan sesuatu yang terbaik, sambil berharap gak akan ada lagi orang yang komentar negatif bin nyinyir... Seperti halnya sedang memberi kesempatan pada rasa kecewa yang teramat besar pada dirimu sendiri.
.
.
Komentar negatif itu bukan untuk dihindari, bukan untuk dibasmi, melainkan untuk dihadapi. Tapi, jangan pernah menghadapi sesuatu tanpa tameng kalau kita gak ingin terluka dan tumbang.
Komentar negatif itu dampaknya luar biasa loh kalau kita gak punya tameng. Mungkin gak akan melukai fisik, tapi justru lebih parah, karna hati kita yang disasar.
Maka, 4 cara ini semoga bisa menjadi tameng saat kita harus menghadapi orang yang hobinya berkomentar negatif.
.
1. *Cuekin aja pura-pura ngga dengar*
Sekali lagi, mau sebaik apapun kita, akan tetap ada orang yang berkomentar negatif.
Rasulullah itu manusia dengan akhlak paling mulia di muka bumi. Tapi apa itu membuat beliau jadi bebas dari komentar negatif? NO! Dikira gila pernah, dikira tukang sihir pernah, bahkan dilempari kotoran unta hingga diludahi pun pernah.
Kalau kita mau ambil pusing dan masukin ke hati setiap komentar negatif orang, maka kita tidak akan ke mana-mana. Stuck!
Tanamkan pada diri bahwa kita tidak sedang berbuat demi penilaian baik manusia. Ada penilaian yang jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan itu yaitu penilaian di hadapan Allah..
So, cuekin aja kalo dikomentarin negatif sama orang^^
2. *Balas dengan kebaikan*
Sudah sering bahkan kita pun sudah tau betapa muliaanya Akhlak Rasulullah dalam membaas perbuatan umatnya yang tidak menyukainya. Beliau Rasulullah selalu mengajarkan untuk membalas dengan kebaikan sekalipun org tersebut tdk baik kpd kita.
3. *Lanjutkan hal baik yang kamu lakukan*
Setelah pura-pura gak dengar dan membalas komentar negatifnya dengan kebaikan, maka kembalilah fokus untuk terus melanjutkan hal baik yang kamu lalukan, meskipun dikomentari negatif orang lain itu. Biarlah dia sibuk berkiprah di dunia pernyinyiran, sementara kamu sibuk menggeluti banyak hal yang positif ;)
4. *Doakan*
Nah, jurus pamungkas untuk menghadapi orang yang suka berkomentar negatif, tapi kita tidak bisa berbuat apa2, ya doakan saja.
Eits, tapi jangan sampai berdoa yang jelek-jelek, ya. Pernah dengar kan, kalau doa kita untuk sesama itu akan diamini malaikan, dan didoakan agar doa itu juga untuk kita?! Nahh, maka itu, jangan berdoa jelek, karna takutnya akan balik ke kita sendiri. Hihihi.
.
.
Maka kalau ada orang yang suka nyinyir, didoakan aja... Semoga Allah menyadarkan dia biar gak seperti itu lagi, dan semoga kita gak ketularan nyinyirnya. Hehehe..
Komentar
Posting Komentar