Kebahagiaanmu sebanyak rasa syukurmu
Apa arti syukur?
Syukur secara Emitologi artinya "Terima Kasih".
.
.
Kata itu mengandung makna bahwa di balik menerima kita tidak boleh lupa untuk memberi.
.
.
Syukur berasal dari kata syakara yang berarti membuka. Lawan kata syukur adalah kufur yang berarti tertutupi dari kenikmatan yang ada.
.
Orang yang bersyukur bukan berarti ketika semuanya telah tercukupi dan terpenuhi barulah ia bersyukur, melainkan bersyukur berarti dapat melihat sesuatu dari sisi kelebihannya, kebaikannya, kenikmatannya, bukan dari sisi kekurangannya, atau kenegatifannya.
Orang yang memiliki sifat kufur dihatinya ia hanya selalu melihat sesuatu dari sisi kekurangannya saja sehingga hidupnya tidak akan merasakan kebahagiaan.
.
.
Bedanya rasa syukur dengan sabar adalah jika sabar datangnya dari sebuah ujian, sedangkan syukur berasal dari kenikmatan.
.
Nikmat terbagi menjadi dua yaitu :
1. Kenikmatan dunia
2. Kenikmatan Agama.
Kenikmatan Dunia terbagi menjadi dua yaitu:
-ada yang berupa pemberian (misalnya kesehatan, kesempurnaan fisik, usia, iman dan kesenangan hidup bersifat dunia).
-ada yang berupa pencegahan (misalnya pencegahan dari marabahaya, dicegah dari suatu penyakit)
.
Begitupun dengan kenikmatan agama terbagi menjadi dua yaitu:
-Nikmat Taufiq : nikmat kemudahan mengerjakan kebaikan. (Misalnya diberikan waktu luang sehingga bisa hadir belajar menambah ilmu di suatu majelis, melakukan ibadah-ibadah sunah setiap harinya, beramal sholeh, dsb)
-Nikmat tercegah dari perbuatan dosa.
.
Suatu hal yang terjadi sehari-hari dalam hidup kita yang kita kadang lupa menganggapnya adalah sebuah kenikmatan.
Contoh:
Lapar, haus, dan capek adalah sebuah nikmat.
Karena kalau tidak lapar, ngga enak kita makan.
Kalau tidak haus, ngga enak kita minum.
Kalu tidak capek, ngga enak kita untuk beristirahat.
.
.
Jadi, kita harus belajar mulai sekarang untuk menghindari mengucapkan aduh lapar, aduh haus, aduh capek.
Kita mulai belajar membiasakan untuk mengatakan alhamdulillah lapar, alhamdulillah haus, alhamdulillah capek. 😊
.
.
.
*Kenapa kita perlu bersyukur?*
1. Untuk tetapnya kenikmatan agar ada pada diri kita dan kita merasakannya.
Supaya nikmat yang Allah berikan tetap kita rasakan, maka kita harus selalu bersyukur.
2. Supaya ditambah kenikmatannya oleh Allah.
Dalam Qs. 14:7 "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (Nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
.
.
Ayat tersebut mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur supaya allah menambah kenikmatan kepada kita, jangan sampai karena kekufuran kita membuat kita merasakan azab allah yang sangat pedih(misalnya dengan diambilnya kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita)
.
.
*Lalu Bagaimana caranya kita bersyukur ?*
1. Bersyukur dengan lisan. (Dengan sering mengucapkan alhamdulillah jika bersyukur kepada Allah dan mengucap terima kasih jika bersyukur kepada manusia)
2. Bersyukur dengan hati. (Dengan memahami segala sesuatu yang terjadi adalah yang terbaik dari Allah untuk makhluknya)
3. Bersyukur dengan mengamalkan seluruh anggota badan yaitu dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang baik. (Dengan menggunakan apa yang Allah berikan untuk melakukan hal-hal yang baik. Bukan melakukan maksiat yang menjadikan kita tidak mensyukuri itu)
.
Jadi, bersyukur adalah memanfaatkan nikmat yang Allah berikan untuk menambah keimanan dan amal sholeh kita kepada Allah."
.
Mungkin hanya sedikit orang yang bisa mempunyai rasa syukur di hatinya, semoga kita semua menjadi manusia yang pandai bersyukur, dan dijauhi dari sifat kufur nikmat dan kesombongan terhadap Allah yang telah menciptakan seluruh alam semesta.
Aamiin yaRabbal alaamiin.
.
.
*"Hidup dengan ilmu menjadi mudah, hidup dengan iman menjadi terarah, hidup dengan seni menjadi indah, dan dengan mengamalkannya hidup menjadi berkah*
Karena sejatinya hidup ini adalah sebuah Anugerah."
Semoga bermanfaat😊
.
Komentar
Posting Komentar