Postingan

Aku memilih untuk bahagia

Barangkali kau bertanya, mengapa aku tak lagi mengejarmu. Mengapa aku tak lagi berjuang untukmu. Dan, mengapa aku seolah menyerah tuk mendapatkanmu. Ah, tahukah kau? Aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya sedang menata rasa, juga meniti hati, agar hanya Allah-lah yang menjadi tujuan, bukan kau. Aku tidak ingin berharap kepada hamba-Nya yang tak bisa memberikan harapan apa-apa, sebab tak punya apa-apa. Aku hanya menghajatkan cinta kepada-Nya. Hanya kepada-Nya. Aku sudah lelah mengetuk pintu hatimu, namun kau tak sudi membuka. Aku sudah payah mengejarmu, tapi kau tak mau berhenti. Bahkan, aku sudah letih menyapa, sedang kau tak berkenan menyahut. Dan aku akan mengemis terus menerus sampai tua, begitu? Oh tidak. Tidak. Aku tidak ingin menghabiskan sisa usia di penjara perasaan. Aku ingin lepas. Aku ingin bebas. Aku ingin merasakan manisnya dicintai, setelah bosan mencicipi pahitnya mencintai. . Ya ya yaaa... aku memang tidak akan bisa melupakan-mu. Namun bagiku, melepaskan bukan tentang...

Tetap bahagia lah kamu dan juga aku, meski kini sudah tak menjadi "Kita"

Hai masa laluku, aku pikir awalnya tak akan mungkin pernah lagi dapat kutemukan seseorang yang sepertimu, karena bagiku saat itu kamu anugerah Tuhan yang paling sempurna, dan tak akan bisa tergantikan.. Namun entah apa yang Allah sedang rencanakan, Allah mengirimkan seseorang yang juga sepertimu, meskipun mungkin ia belum terlalu lebih baik darimu, tapi setidaknya ia jauh lebih bisa menghargai kehadiranku, dan lebih tulus menyayangi ku.. dan aku tak pernah percaya ternyata ia bisa menggantikan posisimu yang dulu sangat amat aku percayai, aku banggakan, bahkan tak pernah seorang pun dulu yang ku izinkan untuk menempati tempatmu itu di hatiku.. Ia kembali menghidupkan cahaya ku yang sempat redup itu, menyalakan kembali kepercayaan yang awalnya hanya ku berikan untukmu, dan ia jugalah yang mampu membuat ku kembali percaya bahwa masih ada seseorang yang istimewa di luar sana , yang lebih tulus jika aku mau mencoba membuka mata tuk melihat dan membuka hati untuk merasakannya.. Memang san...

Catatan singkat

Sejatinya seorang perempuan itu setia, setia menanti kepada lelaki yang dicintainya. Namun, tatkala ia memutuskan untuk memilih orang lain, melepaskan lelaki itu, bukan berarti ia berkhianat dengan perasaannya. Bukan. Hanya saja, ia sudah terlalu letih menanti, ia sudah terlalu lelah menunggu. Ia sudah terlalu jenuh diabaikan. Sebab yang dinanti tak pernah datang menghampiri. Sebab yang ditunggu belum juga kembali. Ia hanya selalu menyimpan seribu tanya dalam hatinya. Menyimpan secara diam-diam kerinduannya. Hingga pada akhirnya semua hanya membuatnya berada dalam ketidakpastian dan tenggelam dalam kesedihannya. Ketahuilah bahwa perempuan itu suka menangis. Oleh karena itu, ia selalu membutuhkan jemari tulus yang berkenan menghapus derainya. Maka, jika kau yang lama membuat keputusan yang jelas. Kau yang membiarkan ia selalu menanti kabarmu, menanti kehadiranmu, namun kau tetap berbahagia dengan kesibukan duniamu. Sedangkan dibalik hari-harimu itu ada Ia yang selalu menanti k...

Kebahagiaan itu mulai pudar-.-

Menemukan cinta yang pernah hilang, Menyembuhkan hati yang pernah terluka, Mengembalikan harapan yang pernah pupus, Itu tak semudah ketika membalikan telapak tangan yang tak berdaya ini.. Kita mungkin pernah memiliki harapan yang sama, tujuan yang sama dan mimpi yang sama.. Tapi itu terlalu sulit untuk bisa ku pahami.. Kau selalu membuatku berada dalam kerinduan yang membuat hati ini selalu berharap berharap dan berharap.. Kerinduan ini dapat terbalaskan.. bahkan kau selalu membiarkan ku sendirian, membiarkanku menunggu kabar, membiarkanku mencoba mengerti dan memahami sendiri mengenai sikap mu itu.. Dan ketika kamu selalu seperti itu.. ada seseorang yang tak ingin membiarkanku kesepian. Tak ingin membiarkanku berlatut-larut dalam kesedihan, dan tak ingin membiarkan segala kerinduan itu hanya memuncak namun tak tersampaikan.. Awalnya ku pikir tak akan mungkin dapat menemukan kembaali sosok seperti yang amat terlalu spesial dan ku banggakan..sering berkali-kali aku dihadapkan...

29 April 2016 cerita hari ini:D

Hari ini ada suatu kejadian yang membuatku berkesan dan ingin ku ceritakan pada catatan kali ini.. Tadi pagi aku pergi belanja menemani ibu bos ku sekaligus (ibu kedua) ke Tanah Abang.. Setelah beberapa tempat kami kunjungi untuk membeli beberapa barang lalu kami berhenti di suatu tempat baju yang menjual khusus pakaian dari bahan brukat. Ketika ingin melakukan pembayaran ternyata tidak bisa menggunakan debet selain BCA. Maka dari itu ibuku pun pergi sebentar ke ATM untuk mengambil uang .. Lalu aku pun disuruhnya untuk menunggu ditempat ini.. Aku dan penjual itu pun ngobrol bareng, dari mulai keadaan penjualan tahun ini yang semakin menurun pendapatannya, tentang keluarganya, hingga tentang bos tempat ia kini bekerja yang sangat amat baik kepadanya dan begitu mempercayainya.. Ya bosnya adalah masih keturunan china dan kalimantan.. Namun dari cerita yang ibu penjual itu ceritakan mengenai kebaikan bosnya itu sehingga membuatnya nyaman untuk bekerja lama disitu membuatku terkagum. Penj...

Kenapa memilih Jurusan bahasa dan sastra indonesia ??

Btw, kali ini saya mau sedikit curhat aja, tentang suka duka selama saya kuliah di jurusan yang mungkin dianggap “enteng” oleh sebagian orang. Ya syukur-syukur setelah membaca ini mereka yang meremehkan menjadi sadar dan jauh lebih berpikir positif akan segala sesuatu yang ia belum ketahui secara mendalam.. Saat ini saya tercatat sebagai mahasiswa semester empat di sebuah Universitas Swasta di Jakarta. Saya kuliah di  jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kenapa saya pilih Bahasa dan Sastra Indonesia? Kalau boleh jujur, ketika saya Madrasah hingga awal Smk saya tidak begitu menyenangi pelajaran Bahasa Indonesia, terutama jika diberikan tugas untuk berpidato dan berpuisi dikelas. Itu adalah hal yang paling saya takuti sebab dulu saya adalah murid yang pemalu dan kurang percaya diri.. Namun ketika kelas 3 Smk (XII) entah mengapa saya menjadi menyukai pelajaran bahasa Indonesia dikarenakan guru yang mengajarnya sangat inspiratif, dan asik banget, ketika Beliau...

Everything will be a beautiful:)

Memiliki dan kehilangan adalah 2 hal yang pasti akan pernah dirasakan.. Semua menjadi bukti bahwa memang tak ada yang abadi.. Jika memang melepaskan membuat hati menjadi lebih terbebas dan  lebih menenangkan hati adalah pilihan yang terbaik maka ikhlaskan dan bersabarlah ..  Daripada terus menghabiskan dengan orang yang salah, yang hanya menjadikan hati sebagai korban terluka, dan menambah dosa serta menguras air mata maka Tak mengapa untuk sementara sendiri sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri .. Hidyp tak selalu mengenai cinta.. Masih banyak hal lain yang harus kita persiapkan dan kita tata agar masa depan yang diimpikan ada dalam genggaman.. Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah, daripada kehilangan Allah karena sesuatu.. Jika dia memang benar jodoh tang telah tertulis dilauh mahfudz tentunya pada waktu yang tepat kelak akan dipersatukan dalam ikatan yang lebih suci dan diridhaiNya.. Sendiri dalam penantian, menyepikan hati hanya untuk seseorang yang pant...